PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan rapat bidang akademik dan kerjasama yang dihelat di Aula AK Anshori pada 2 Mei 2024. Acara yang dipimpin oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama, Bapak Saefurrohman, Ph.D., membahas sosialisasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE) sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, monitoring dan evaluasi capaian akademik, serta pendampingan kurikulum bagi program studi yang akan melakukan akreditasi pada tahun 2024.
Dalam pembukaan, Dr. Saefurrohman menjelaskan pentingnya integrasi smart kurikulum dan penyusunan bahan ajar yang nantinya diharapkan menjadi buku ajar. Pihak universitas berencana menjadikan Juni 2024 sebagai milestone dimana seluruh prodi yang akan akreditasi harus telah menyusun dan memasukkan materi pembelajaran berbasis OBE ke dalam sistem. Dr. Ir. Aman Suyadi, M.Si., menambahkan bahwa lima program studi yang akan menjalani proses akreditasi akan mendapat pendampingan lebih intensif.
Dr. Onok Yayang Pamungkas, M.Pd., memaparkan tentang proses penyusunan kurikulum yang didasarkan pada metode case dan project-based learning dengan pendekatan OBE. Materi kurikulum yang telah disusun mencakup penyusunan RPS, bahan ajar, dan buku ajar yang sesuai dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta standar e-learning SPADA Indonesia.
Sesi diskusi yang dipimpin oleh Dr. Yektiningtyastuti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., menyoroti transformasi dalam penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang terintegrasi dan pemberian fleksibilitas dalam pengembangan kurikulum. Menyentuh pada berbagai aspek pembelajaran, seperti metode pemecahan masalah, penggunaan teknologi informasi, serta pengembangan kemampuan kritis dan kreatif yang menjadi tuntutan kompetensi abad ke-21.
Dr. Wida Purwidianti, S.E., M.Sc., menekankan perlunya pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, dimana dosen bertindak sebagai perancang dan fasilitator dalam proses belajar. Beliau juga menjelaskan perbedaan antara Problem Based Learning (PBL) dan Case Based Learning (CBL), dimana CBL lebih terstruktur dan membutuhkan persiapan yang lebih matang dari mahasiswa.
Penutup rapat diisi oleh Dr. Ir. Aman Suyadi, M.Si, yang menyampaikan tantangan dan kebutuhan untuk standarisasi konten e-learning di Universitas Muhammadiyah Purwokerto agar lebih menarik dan interaktif untuk mendukung pembelajaran yang efektif.
Universitas berharap dengan implementasi kurikulum berbasis OBE ini, lulusan UMP dapat memiliki kompetensi yang relevan dan siap menghadapi tantangan di era global.


